© 2019 Dreamline Digital

Contact us

Email: madison@dreamlinedigital.com

Phone: +1(778)8353299

B2B Digital Marketing Adalah Sebuah Keniscayaan (Bahasa)




Anda merasa bisnis Anda berjalan di tempat? Pertumbuhan bisnis anda pun sangat minimal? Apakah anda sudah mengimplementasikan konsep konten marketing pada bisnis anda? Tahun 2018 implementasi konten marketing sama pentingnya dengan tim sales di perusahaan Anda. Lewat artikel ini kami akan memaparkan betapa pentingnya konten marketing digital untuk perkembangan bisnis anda. Kami akan membahas rata-rata usia para pengambil keputusan, kebiasaan baru pelanggan dalam membeli sesuatu, dan seperti apa masa depan di mata marketing. Semua komponen ini akan kami bedah, sehingga anda mengerti dan tidak asal membakar uang anda untuk online ads.


Sang Pengambil Keputusan


Kaum Millenial memegang 73% pengambil keputusan dalam bisnis B2B. Data statistik ini menjadi signifikan karena sesuai data terakhir Millenial menghabiskan sepertiga waktu mereka di media sosial. Hal ini menjadi tidak mengejutkan karena Millenial dan GenX, memang menjadikan smart phone senjata andalan untuk menghabiskan waktu berselancar di media sosial. Menurut studi yang dikeluarkan Altimeter, di tengah serbuan gaya hidup digital yang masif, sekitar 70% perusahaan B2B tidak punya strategi yang tepat di bidang digital. Sementara menurut studi yang dilepas oleh Forbes, blog menjadi pilihan konten favorit kamu Millenial dan GenX. Fakta ini menunjukan terjadi kesalah pahaman besar ketika ingin melakukan pemasaran digital secara B2B. Masih banyak mengarah ke arah yang salah. Sementara prospek ke depannya konten marketing menawarakan 3 kali prospek yang lebih menguntungkan dibanding pemasaran tradisional, dengan 62% biaya yang lebih rendah (Content Marketing Institute).


Dengan data-data yang saya sebutkan, sebenarnya apa pentingnya buat Anda? Kami akan mendorong anda untuk mulai mengubah pola bisnis marketing anda. Dari pola tradisional, cobalah beralih ke digital. Lupakan event marketing, iklan TV, kegiatan PR, atau bahkan iklan dan interview radio. Ubah arah bisnis anda ke target yang ingin anda sasar. Facebook, Instagram, Twitter, Youtube atau dari sisi yang lebih profesional coba arahkan ke LinkedIn. Asumsikan ini ke kegiatan anda sehari-hari. Ketika ada iklan di TV, Kami yakin anda anda akan mengabaikan dan beralih ke layar ponsel anda. Radio dan iklan? Jangan-jangan Anda lebih memilih Spotify dan XM Radio? Semua itu memiliki kesamaan premis: Internet mengubah segalanya. Dan semua cara tradisional yang Anda lakukan bisa jadi tidak akan menarik perhatian kamu Millenial.


Kaum Millenial mengubah arah bisnis di dunia seakarang ini. Pertanyaan yang sama terus berulamg di kepala setiap C-level perusahaan. “Bagaimana berhadapan dengan mereka?” Tampaknya angkatan pekerja ini memiliki pola pikir yang sangat unik dan sulit memahaminya. Karakteristik yang menjadi tantangan dalam menghadapi konsumen kaum millennial akan Kami jelaskan bersama denngan solusi marketing B2B yang mudah anda implementasikan.


#1: Ketersediaan Informasi yang Cukup


Kemudahan mencari konten sesuai keinginan mencapai titik tertinggi pada jaman sekarang. Pembeli B2B lebih teredukasi dan terinformasi mengenai banyak pilihan, itu artinya riset dilakukan sebelum ada interaksi langsung. Menurut study dari Accenture, 94% dari pembeli B2B membuat riset online bersamaan dengan saat melakukan pembelian.


Sebelum menemui bagian pemasaran anda, ada baiknya anda sudah dibekali dengan informasi yang cukup mengenai produk dan layanan yang Anda miliki. Calon pembeli anda saat ini dapat dengan mudah mendapatkan informasi, patokan harga, sampai review tentang produk Anda bahkan pesaing Anda, secara online.


Pemasaran digital memainkan peran dalam membimbing calon klien Anda menyusuri corong penjualan, ke langkah di mana agen penjualan sudah siap untuk melakukan closing penjualan. Supaya calon pembeli Anda tidak bingung dengan begitu banyaknya informasi, solusi yang baik adalah memberikan mereka insight yang inovatif. Pembeli “jaman now” ingin melihat bahwan Anda paham persoalan mereka yang rumit, dan bagaimana produk yang Anda tawarkan bisa menjadi solusi terbaik. Konten yang Anda tawarkan pun harus mampu memberikan penjelasan yang baik untuk calon konsumen Anda, penjelasan mengapa produk Anda lebih baik dibanding produk pesaing-pesaing Anda. Sebisa mungkin konten yang Anda buat mampu mempengaruhi calon pembeli Anda, sehingga mereka bisa menjadi “corong” tambahan yang akan memberikan promosi mengenai kebaikan yang dimiliki oleh produk Anda, jauh melebihi konten yang sudah Anda buat.


Konten yang memiliki value akan menarik minat millennials. “Sekitar 57% calon pembeli Anda menghabiskan waktunya untuk melakukan proses pembelian, sebelum benar-benar berinteraksi dengan sang penjual.”


# 2: Sosial Namun Anti-Sosial


Dalam studi yang dikemukan oleh Forrester, “Death of a (B2B) Salesman,” menyebutkan hampir 59% pembeli melakukan riset secara online, daripada harus melakukan interaksi dengan bagian penjualan. Karena umumnya bagian penjualan hanya ingin barangnya terjual, tanpa memberikan solusi apapun.


Millenials menggunakan data internet yang besar untuk membantu mereka menentukan pembelian. Solusi untuk isyu ini (ini hanya akan menjadi masalah ketika Anda tidak memproduksi konten secara regular) adalah memberikan value kepada pelanggan secara terus menerus. Hal ini mampu membangun kepercayaan, sebelum tim penjualan Anda bergerak masuk.

Pembeli modern tidak ingin mendengar promosi penjualan. Mereka ingin belajar sesuatu. Mereka ingin solusi akurat untuk masalah mereka. Fakta penting yang harus diketahui oleh setiap wiraniaga modern adalah “Pembeli B2B 5x lebih mungkin untuk terlibat dengan tim penjualan yang mampu memberikan wawasan baru ke dalam bisnis atau industri mereka” (LinkedIn). Alasan pembeli lebih cenderung terlibat dalam bisnis yang memproduksi konten online adalah bahwa mereka membangun kepercayaan, dan orang-orang lebih bersedia melakukan bisnis dengan orang atau perusahaan yang mereka percayai daripada yang tidak mereka kenal.

# 3: Pelanggan yang Terpengaruh Secara Sosial Poin ini sama dengan tujuan jangka panjang yang saya kemukakan dalam artikel sebelumnya: Menjadi "pemimpin berpengalaman". Setiap orang akan melihat ke orang lain dengann pengalaman yang lebih baik, hal ini dilakukan untuk mendapatkan wawasan guna mangambil keputusan yang tepat. Menurut LinkedIn, 3 dari 4 pembeli B2B bergantung kepada media sosial untuk kemudian membahasnya bersama kawan-kawan mereka untuk kemudian melakukan proses pembelian, hal ini ditegaskan lagi oleh data yang dibuat oleh Influitive.com dimana rekomendasi word-of-mouth mempengaruhi 90% keputusan pembelian.


Orang dipengaruhi secara sosial oleh orang lain. Apa yang dapat Anda lakukan dalam situasi ini untuk meningkatkan jumlah pembeli Anda adalah: membantu prospek membuat keputusan berdasarkan informasi, memiliki komunitas online yang mempercayai Anda dan menggunakan hubungan tatap muka langsung untuk membangun rasa hormat dengan Anda pada industri di mana Anda berada.


# 4: Proses Pengambilan Keputusan Model Baru


Tim penjualan anda berurusan peningkatan jumlah pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan. Ada lebih banyak orang yang akan membantu para pemangku kepentingan untuk memutuskan sesuatu. Bisa jadi ada lebih dari 7-20 orang dengan berbagai latar belakang, jabatan professional. Semua ini ide dan masukan akan mereka berikan demi keagungan nama perusahaan. Salah sedikit saja, bisa jadi proses pembelian akan gagal.

Bagaimana kita, sebagai pemasar konten digital, mencoba menghadapi hal ini? Kita harus memahami pembeli dan mengetahui titik lemah mereka, dan melakukan personalisasi konten dengan target yang lebih tajam. Dengan profil pembeli yang lengkap, Anda akan menjadi lebih sadar konten apa yang akan ditampilkan dan bagaimana menampilkannya.

Pembeli B2B jaman sekarang memiliki informasi dan standar yang lebih baik dari generasi sebelumnya karena banyaknya data/informasi yang tersedia. Strategi penjualan tradisional tidak akan efektif. Untuk melihat kesuksesan yang berkelanjutan di dunia pembeli modern saat ini, staf penjualan harus memahami kepribadian pembeli, menambahkan nilai yang konsisten, dan terlibat dengan pembeli sejak awal dalam proses pembelian dengan menghadirkan konten yang relevan kepada


Singkatnya, Anda harus menggunakan teknologi untuk keuntungan Anda demi menyempurnakan layanan Anda, dan memahami kebutuhan pembeli Anda, memberikan solusi kepada mereka dan mengubahnya menjadi pelanggan setia Anda. Sementara Anda masih bisa mempertahankan kru Anda saat ini dan melakukan coaching kepada mereka.





Bagaimana Tantangan di Masa Depan?


Setelah Anda menjalankan pemasaran konten digital dalam bisnis Anda, pertanyaannya adalah "bagaimana kita mengukur konten ini?" Untuk menjawab pertanyaan ini, perusahaan perlu melakukan beberapa pemikiran intuitif tentang apa tujuan jangka panjang mereka dan di mana arah pasar? Pertanyaan yang sulit tetapi melalui wawasan industri dan penelitian lanjutan, Saya dapat memberi Anda beberapa poin khusus di mana pasar membawa kita dalam 10 hingga 15 tahun mendatang dan bagaimana menghadapinya.

Pertama, ini tahun 2018, dan saya selalu mendengar orang-orang bisnis yang berpengalaman mengatakan "Ini adalah eranya Video." Benar sekali, itu selalu besar, menurut Anda, bagaimana dengan TV Kabel pada 50-an? Ya jaringan iklan paling signifikan di negara maju. Untuk memahami masa depan pemasaran, Anda harus terlebih dahulu memahami masa lalu: video telah menonjol sejak diperkenalkan pada pertengahan 1900-an, bersama dengan suara di radio dan artikel blog di surat kabar.

Cara kita mengonsumsi konten tidak hanya mengubah platform tempat kita mengonsumsi. Aman untuk mengatakan bahwa kami akan selalu konten konsumen dengan cara yang sama hanya platform akan terus berkembang. Kami akan secara konsisten mengkonsumsi, secara visual dan melalui audio. Voice adalah saluran yang paling berkembang di tahun 2018. Dua - Tiga tahun yang lalu nyaris tidak ada orang yang mendengarkan podcast, pada tahun 2018 ini adalah salah satu cara paling efektif untuk mengonsumsi konten. Dengan Alexa milik Amazon, Dot Google, dan pertumbuhan perangkat Voice AI, suara akan menjadi lebih relevan, dan kami sebagai pemasar harus memutuskan cara memasarkan pada platform ini. Ketika seorang pelanggan mencari melalui suara dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, Alexia akan mendukung produk/layanan Amazon, sementara Google akan mendukung situs-situs yang memiliki situs web paling dioptimalkan. Facebook akan lebih mahal secara astronomi, karena perusahaan besar menyadari bahwa di mana perhatiannya adalah mereka akan menaikkan biaya iklan per seribu, mengubah diri mereka menjadi perusahaan media daripada media sosial.


Mengenai konten visual pada skala lima hingga sepuluh tahun. Kualitas video akan terus meningkat dengan lebih banyak personalisasi konten visual, selain itu ketika AR dan VR mencapai massa kritis, kita akan mengonsumsi sejumlah besar materi dengan perangkat yang melibatkan kita. Oleh karena itu, pemasar harus beriklan dengan cara yang lebih menarik / interaktif daripada saat ini untuk memenangkan permainan skala.

Bisnis berorientasi solusi yang memprediksi menentang akan berada di depan permainan ketika teknologi baru ini mencapai massa kritis. Mengajukan pertanyaan, “bagaimana kami mempersonalisasi informasi kami, bagaimana kami berinteraksi dengan informasi kami di AR / VR, dan bagaimana kami disukai oleh platform suara AI?” Jawabannya adalah… mulailah berpikir SEKARANG.




Kesimpulan

Ini adalah pertanyaan usang untuk menanyakan apakah pemasaran digital diperlukan untuk B2B karena data yang disajikan. Ini adalah 100% penting untuk kelangsungan hidup perusahaan Anda. Usia rata-rata pembuat keputusan telah menurun dan 73% dari mereka adalah generasi millennial. Proses pembelian telah mengubah segalanya karena internet dan banyaknya data yang tersedia, dan masa depan memiliki pandangan iklan yang lebih interaktif / menarik daripada saat ini. Metode tradisional tidak akan mampu mengikuti arus digital. Digital menawarkan cara yang lebih murah, lebih efektif ke pasar, tetapi sekarang saatnya sementara iklan Facebook berlangsung untuk 7 USD per seribu tayangan dibandingkan dengan 80 USD per seribu 5-10 tahun dari sekarang.

Setiap perusahaan harus menjadi perusahaan media pada tahun 2018. Ini berarti bahwa apa pun industri, geografi, atau budaya yang Anda operasikan, transformasi besar dalam cara Anda menangani pemasaran dan media yang menarik diperlukan.

Hubungi tim Dreamline Digital kami pada tautan di bawah ini untuk memulai inovasi konten marketing Anda. https://www.dreamlinedigital.com/contact

68 views